Minggu, 13 November 2016

Wirausaha dari Kampus: Menumbuhkan Semangat Berwirausaha melalui IBT

Wirausaha dari Kampus: Menumbuhkan Semangat Berwirausaha melalui IBT



Berdasarkan data dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM), pelaku wirausaha di Indonesia tahun 2014 baru sekitar 4,125 juta orang dari populasi Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa. Dengan kata lain, persentasenya baru sekitar 1,65%. Sementara itu, Thailand yang sudah mencapai 3% wirausahawan, Malaysia 5%, dan Singapura 7%.

Agus Cholik, Wakil Rektor III Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI mengatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta, jumlah pengusaha di Indonesia masih di bawah 2%. Dia menambahkan, kita masih butuh 1,7 juta sampai 1,8 juta lagi, bahkan lebih banyak lagi kalau ingin sama dengan negara ASEAN. 

Agus menambahkan, “Perguruan tinggi berperan melatih dan memotivasi generasi muda untuk memiliki semangat serta daya juang tinggi karena kewirausahaan menjadi isu penting dan strategis di tengah meningkatnya persaingan global.”




Indonesia masih butuh jutaan wirausahawan. Seperti yang diberitakan Kabar24.bisnis.com, saat ini jumlah pengusaha jauh lebih sedikit dibandingkan dengan negara sesama anggota ASEAN yang rata-rata jumlah pengusahanya mencapai 4% dari populasi.

"Saya mendorong semua perguruan tinggi, baik negeri dan swasta untuk menciptakan wirausaha muda dengan mengembangkan inkubasi bisnis teknologi (IBT)," kata Muhamad Nasir di STMIK Primakara, Denpasar tanggal 11 kemarin.

Kebutuhan jutaan wirausahawan ini sebetulnya bisa dimulai dari perguruan tinggi. Menristek dikti, Mohamad Nasir mendorong semua perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan wirausaha muda dengan mengembangkan Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT).

Adanya program IBT dipercaya dapat menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha muda. Bagi perguruan tinggi yang telah memiliki IBT, ada kompetisi setiap tahunnya. Pemenangnya akan diberikan dana untuk pengembangan selanjutnya agar menjadi industry. Bagi wirausaha pemula juga akan dikirim ke Inggris untuk mematangkannya agar menjadi industri. Melalui IBT ini, pemerintah mengharapkan kepada perguruan tinggi agar mampu menamatkan mahasiswa yang memiliki keahlian siap pakai sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) merupakan program yang dikelola oleh Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi pada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Program ini ditujukan untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan yang berbasis teknologi. Program IBT ini diwujudkan dalam bentuk instrumen kegiatan berupa pendanaan, pelatihan, dan asistensi bagi incubator dan tenant (perusahaan pemupa) yang dilaksanakan mealui sistem kompetisi/seleksi. Selama program ini dilaksanakan telah dihasilkan sejumlah inkubator, dan tenant yang memenuhi persyaratan untuk menerima pendanaan, pelatihan, dan asistensi dari program IBT.

Referensi:
1.http://kabar24.bisnis.com/read/20161027/15/596443/indonesia-butuh-jutaan-wirausahawan-muda
3.http://news.okezone.com/read/2016/11/13/65/1540199/menristekdikti-dorong-perguruan-tinggi-ciptakan-wirausaha-muda
4.http://www.antaranews.com/berita/595704/menristekdikti-dorong-perguruan-tinggi-kembangkan-ibt


Tidak ada komentar:

Posting Komentar