Rabu, 16 November 2016

Inilah 4 Manfaat Membukukan Hasil Penelitian

Inilah 4 Manfaat Membukukan Hasil Penelitian

hasil penelitian


Selain mengajar, dosen punya tanggung jawab melakukan penelitian. Penelitian bisa dilakukan secara mandiri maupun kerja sama dengan instansi tertentu.
Setelah melakukan penelitian, dosen pun bisa mempublikasikan hasil penelitiannya. Setidaknya ada dua alternatif cara yang biasa dilakukan oleh dosen untuk mendokumentasikan karya ilmiah yang dibuatnya yaitu dalam bentuk jurnal atau buku. Jurnal menjadi salah satu output hasil penelitian dosen yang sering digunakan untuk mendokumentasikan karya ilmiah. Hal tersebut menjadi wajar mengingat jurnal tidak membutuhkan banyak tulisan dan relatif menjelaskan satu laporan penelitian secara lebih ringkas. Selain itu, karya ilmiah dosen yang didokumentasikan dalam bentuk jurnal tersebut berpeluang untuk dibaca oleh khalayak internasional melalui jurnal internasional. Dengan demikian, tidak sedikit dosen yang tertarik untuk mendokumentasikan tulisannya dalam bentuk jurnal. Meskipun demikian, tidak sedikit juga dosen yang memilih untuk mendokumentasikan hasil penelitiannya dalam bentuk buku. Setidaknya ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh dosen ketika karyanya bisa didokumentasikan dalam bentuk buku.

Pertama, hasil penelitian yang didokumentasikan dalam bentuk buku dapat menjadi dokumentasi pribadi dari dosen yang bersangkutan. Selain itu, buku tersebut juga akan menjadi referensi pribadi ketika dosen yang bersangkutan sedang melakukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif. Dokumentasi dalam bentuk buku juga akan mempermudah dosen dalam melihat kembali hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Selain itu, dosen juga akan terinspirasi kembali untuk melakukan penelitian yang serupa, tetapi memiliki sudut pandang yang berbeda. 

Kedua, hasil penelitian atau gagasan dosen yang didokumentasikan oleh dosen dapat dijadikan acuan oleh mahasiswa dalam proses perkuliahan. Hal tersebut tentu akan mempermudah dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan yang sesuai dengan silabus yang telah ditentukan. Selain itu, mahasiswa juga akan terbantu dengan buku dari dosen yang bersangkutan. Bahkan mahasiswa juga dapat memberikan tanggapan, gagasan, atau kritik terhadap tulisan dosen yang didokumentasikan dalam bentuk buku tersebut.


Baca juga Wirausaha dari Kampus: Menumbuhkan Semangat Berwirausaha melalui IBT


Ketiga, pendokumentasian gagasan atau karya ilmiah dalam bentuk buku merupakan bentuk nyata sumbangsih dosen terhadap dunia pendidikan. Terlebih lagi ketika hasil riset yang didokumentasikan tersebut berada di toko buku dan mudah dicari oleh orang-orang yang membutuhkan tulisan tersebut sebagai referensi. Hal tersebut tentu menjadi kepuasaan tersendiri bagi dosen ketika tulisannya dapat dibaca dan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Keempat, banyaknya hasil penelitian, karya ilmiah, atau tulisan dosen yang didokumentasikan dalam bentuk buku dapat dijadikan acuan untuk melihat produktivitas dosen dalam mengembangkan dunia keilmuan. Dosen dengan publikasi yang banyak apabila dibandingkan dengan dosen yang hanya memiliki sedikit publikasi tentu akan memunculkan kesan yang berbeda di mata mahasiswa ataupun lingkungan akademis lainnya. Banyaknya tulisan yang didokumentasikan dalam bentuk buku secara tidak langsung juga akan menunjang karir dosen ke arah yang lebih bagus.


(BW)

Penting, bagi Dosen Peneliti untuk Menguasai Marketing

Penting, bagi Dosen Peneliti untuk Menguasai Marketing


publikasi ilmiah



Apa hubungan antara dosen dan pekerjaan marketing?
Dosen punya tanggung jawab melakukan publikasi ilmiah disamping mengisi kuliah. Untuk melakukan publikasi, Anda perlu belajar strategi marketing agar literatur ilmiah karya Anda “menjual”. Lalu, Apa saja yang perlu dipelajari? Simak 5 poin berikut ini..


1. Kurang Dari 1 Menit Memikat Calon Pembaca

Pada laporan penelitian dan jurnal ilmiah biasanya terdapat Abstrak. Guna Abstrak adalah memberikan penjelasan secara singkat namun menyeluruh tentang literatur ilmiah yang kita buat. Di dunia internet marketing dikenal teks promosi bernama “Copywriting”. Copywriting merupakan tulisan singkat dan padat yang memberi pengaruh calon konsumen untuk membeli produk atau jasa kita. Nah, kalau di dunia publikasi ilmiah, kita bisa mengandalkan Abstrak sebagai pengganti Copywriting.

Maka, buatlah Abstrak yang “menjual”. Abstrak yang kiranya membuat calon pembaca penasaran dan tertarik untuk membaca jurnal Anda. Namun ingat, Abstrak harus tetap dibuat dengan struktur yang benar.

Sementara itu pada buku, manfaatkan Sinopsis yang bisa diletakkan pada cover belakang. Buatlah Sinopsis yang menjual, kurang-lebih seperti halnya abstrak.

Abstrak dan sinopsis bukanlah tulisan yang panjang, selesai dibaca hanya dalam 1 menit, bahkan kurang. Maka, berusahalah agar calon pembaca tertarik membaca literatur karya Anda dalam 1 menit pertama.


2. Promosikan Literatur Ilmiah Anda

Inti dari promosi adalah bagaimana Anda mampu mengenalkan produk Anda kepada calon konsumen, serta memengaruhi mereka agar mereka mau menjadi konsumen kita. Ada banyak cara untuk melakukan promosi, baik jurnal maupun buku. Sebagai dosen, Anda punya kesempatan untuk usul ke pihak jurusan atau fakultas untuk disediakan display jurnal dan buku yang sudah dibuat dosen-dosen. Selain itu, Anda bisa mempercayakan pihak penerbit untuk memasarkannya. Selain itu, secara mandiri pun Anda bisa mempromosikan buku Anda langsung kepada mahasiswa Anda. Anda pun bisa mempromosikannya secara online di media sosial.

3. Pilih Wahana Publikasi yang Kredibel

Jika Anda berniat mempublikasi jurnal internasional, maka Anda perlu mencari jurnal internasional yang kredibel, misalnya jurnal internasional yang telah terindeks Scopus. Ya, meski untuk bisa diterima jurnal terindeks Scopus tidak begitu mudah. Tetapi setidaknya, Anda sudah menyadari pentingnya memilih wahana publikasi ilmiah yang kredibel.


4. Menentukan Segmen

Menentukan segmen adalah tahap yang biasanya dilakukan dalam melancarkan strategi marketing berbagai macam produk dan jasa. Tahap ini juga penerapan dari salah satu unsur 7P, yaitu people (orang). Untuk publikasi ilmiah seperti buku maupun jurnal, Anda pun bisa menentukan segmen terlebih dahulu. Jika Anda dosen peneliti yang menguasai dan menulis publikasi ilmiah bidang Teknik Sipil, tentu “produk” Anda lebih cocok untuk “dikonsumsi” oleh mahasiswa Anda, peneliti, dan sesama dosen Teknik Sipil. Dengan begitu, publikasi ilmiah Anda pun bisa dijadikan referensi untuk penelitian-penelitian dalam bidang Teknik Sipil lebih lanjut.

Namun perlu Anda ketahui, bahwa itu adalah segmen utama Anda. Artinya, apabila Anda promosikan kepada selain segmen itu pun tidak ada salahnya. Misalnya orang pemerintahan, pelaku industri, dan civitas academica dari disiplin ilmu lain.


5. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Warga akademis yang sama bidang ilmunya dengan Anda adalah segmen utama seperti penjelasan di atas. Anda bisa menggunakan istilah, konsep, dan teori yang biasa diajarkan di jurusan Anda. Namun ingat, potensi marketnya tidak hanya mereka, tetapi juga segmen lainnya. Untuk itu, gunakan bahasa yang kiranya mudah dipahami secara umum, setidaknya oleh mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Anda boleh memiliki gaya bahasa Anda sendiri, tetapi lebih mantap jika tidak melanggar kaidah-kaidah bahasa yang baku. Maka dari itu, belajarlah tata bahasa yang baku. Sebagai orang yang berbahasa ibu Bahasa Indonesia, tentu bukan kendala yang besar untuk menguasai Ejaan Yang Disempurnakan. Namun, jika Anda berniat membuat publikasi ilmiah internasional, Anda seharusnya punya usaha yang lebih untuk menguasai bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris yang baik dan benar.

Referensi:
  1. Sora N. Pengertian Marketing Dan Fungsinya Beserta Konsepnya Lengkaphttp://www.pengertianku.net/2015/10/pengertian-marketing-dan-fungsinya-beserta-konsepnya.html\
  2. Redaksi BisnisUKM. Kamu itu sales atau marketing? Cari tahu perbedaannya sekaranghttp://bisnisukm.com/kamu-itu-sales-atau-marketing-cari-tahu-perbedannya-sekarang.html.

Senin, 14 November 2016

Kualitas Dikti bisa Meningkat jika Ada Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa

Kualitas Dikti bisa Meningkat jika Ada Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa

dikti


Label sebagai agent of change biasanya disematkan kepada mahasiswa. Sejarah pun membuktikan bahwa mahasiswa punya peran yang besar dalam mendorong terjadinya perubahan di Indonesia.

Di dunia pendidikan tinggi, lebih ideal jika mahasiswa punya kontribusi dapat berkolaborasi secara akademis dengan dosen mereka. Dengan begitu, kegiatan akademis bisa berlangsung secara terpadu antara dosen dan mahasiswa.
Dampak positif dari kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam dikti adalah mampu mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi ini menjadi ruh dalam dunia pendidikan tinggi (Dikti).

Adapun Tri Dharma Perguruan tinggi itu sendiri meliputi :

      1.    Pendidikan

Mahasiswa sebagai kaum intelektual bangsa yang menduduki 5 persen dari populasi warga negara Indonesia berkewajiban meningkatkan mutu diri secara khusus agar mutu bangsa pun meningkat pada umumnya dengan ilmu yang mereka pelajari selama pendidikan di kampus sesuai bidang keilmuan tertentu. Mahasiswa dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sehingga ketika mahasiswa melakukan segala kegiatan dalam hidupnya, semua harus didasari pertimbangan rasional, bukan dengan adu otot. Itulah yang disebut kedewasaan mahasiswa.

      2.    Penelitian dan Pengembangan

Ilmu yang mereka kuasai melalaui proses pendidikan di perguruan tinggi harus diimplementasikan dan diterapkan. Salah satunya dengan langkah ilmiah, seperti melalui penelitian. Penelitian mahasiswabukan hanya akan mengembangkan diri mahasiswa itu sendiri, namun juga memberikan manfaat bagi kemajuan pperadaban dan kepentingan bangsa kita dalam menyejahterakan bangsa. Selain pengembangan diri secara ilmiah dan akademis. Mahasiswa pun harus senantiasa mengembangkankemampuan dirinya dalam hal softskill dan kedewasaan diri dalam menyelesaikan segala masalah yang ada. Mahasiswa harus mengembangkan pola pikir yang kritis terhadap segala fenomena yang ada danmengkajinya secara keilmuan.

      3.    Pengabdian pada Masyarakat

Mahasiswa menempati lapisan kedua dalam relasi kemasyarakatan, yaitu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Mahasiswa adalah yang paling dekat dengan rakyat dan memahami secara jelas kondisi masyarakat tersebut. Kewajiban sebagai mahasiswa menjadi front line dalam masyarakat dalam mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah terhadap rakyat karena sebagian besar keputusan pemerintah di masa ini sudah terkontaminasi oleh berbagai kepentingan politik tertentu. Mahasiswa selayaknya memiliki mata yang masih bening tanpa ternodai kepentingan-kepentingan serupa mampu melihat secara jernih, melihat yang terdalam dari yang terdalam terhadap intrik politik yang tidak jarang mengeksploitasi kepentingan rakyat. Disini mahasiswa berperan untuk membela kepentingan masyarakat, tentu tidak dengan jalan kekerasan dan aksi chaotic, namun menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pendidikan, kaji terlebih dahulu, pahami, dan sosialisasikan pada rakyat, mahasiswa memiliki ilmu tentang permasalahan yang ada, mahasiswa juga yang dapat membuka mata rakyat sebagai salah satu bentuk pengabdian terhadap rakyat.

Tri dharma perguruan tinggi sebagai salah satu pondasi dan dasar tanggung jawab yang dipanggul mahasiswa sebagai bagian dari perguruan tinggi yang harus dikembangkan secara nyata dan bersama-sama. Sebagai mahasiswa, perlu mengetahui dan menyadari salah satu pedoman untuk melaksanakan tanggung jawabnya dalam rangka menjawab tantangan negara dan bangsa Indonesia di masa depan.
Di sisi lain, dosen bisa membantu peran mahasiswa dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni dengan menghasilkan karya ilmiah yang bisa dikaji bersama mahasiswa, atau melibatkan mahasiswa dalam pembuatan karya ilmiah. Sehingga proses belajar mengajar adalah sebuah sinergi dan bukan hanya bersifat top-down. Dengan demikian pendidikan tinggi (dikti) di perguruan tinggi menjadi sebuah sumbangsih besar dalam pendidikan di Indonesia.

Tri Dharma perguruan tinggi merupakan tiga pilar dasar pola pikir dan menjadi kewajiban bagi mahasiswa sebagai kaum intelektual di negara ini. Masing-masing mempunyai memiliki tugas dan fungsi yang sama dan saling menunjang sehingga tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaannya. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Pasal 20 Ayat 2).

Peran sebagai mahasiswa harus benar-benar dijalankan dalam menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia kedepannya. Menyadari penuh akan hal ini, seharusnya tidak ada lagi kata “malas” maupun pemikiran negatif lainnya yang membuat mahasiswa lupa atau tidak mau tahu tentang Tri Dharma perguruan tinggi. Apabila Tri Dharma ini benar-benar dipahami secara mendalam dan diterapkan oleh mahasiswa maka akan banyak hasil-hasil positif yang bisa dirasakan langsung oleh banyak pihak dan juga bisa membawa negara ini ke arah yang lebih baik serta bisa menjawab tantangan bangsa di masa depan ataupun mengatasi masalah negara kita yang terjadi saat ini.

(WY)

Minggu, 13 November 2016

Bagaimana Menjadi Dosen yang Dirindukan Mahasiswa

Bagaimana Menjadi Sosok Dosen yang Dirindukan Mahasiswa

jadi dosen


Menjadi dosen sepertinya bukan menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Untuk menjadi dosen, seseorang harus memiliki persyaratan akademik dan menguasai bidang ilmu tertentu. Selain itu, dosen tentu harus mampu menyampaikan ilmunya agar bisa dipahami mahasiswa-mahasiswanya.

Banyak dosen yang menjadi favorit mahasiswa dan berhasil mengambil hati mahasiswanya. Berikut nih tipe-tipe dosen yang asik dan bisa membuat mahasiswanya senang saat mata kuliahnya.

Kamu tentunya pernah tahu dong, dosen yang ketika mengajar di depan tidak mementingkan nasib mahasiswanya untuk paham atau tidak saat mengajar. Hasilnya, saat ujian pada kebingungan untuk menjawab soal ujiannya.


1. Jadi Dosen Harus Update Teknologi juga, dong!

"Hore... Mata kuliah Komunikasi Massa kosong!". Eh tapi jangan senang dulu. Ada video conference dari pak dosen. Yap, Di jaman kemajuan teknologi saat ini sepertinya aneh jika mendapati dosen yang masih tidak update dengan gadget.

Teknologi akan semakin memudahkan interaksi antara dosen dan mahasiswa untuk berkomunikasi atau memantau tugas-tugas mahasiswanya misalnya. Dan dengan menggunakan gadget menjadikan dosen tersebut semakin mudah untuk mobile walaupun tidak dikelas pada saat jam perkuliahan.
Kamu tentunya sudah terbiasa jika mendapatkan tugas dan mengumpulkannya melalui e-mail bukan? atau mengerjakan tugas melalui link tertentu untuk tugas kamu. Ini semakin membuat kamu menjadi mudah mengaksesnya dari mana saja tentunya. Atau dengan teknologi juga memungkinkan untuk mehasiswa dan dosen tetap bisa melakukan kegiatan perkuliahan walaupun tidak dalam satu tempat, seperti penggunaan video conference dalam perkuliahan misalnya.


2. Usaha Susah tapi Tetap Dihargai Adalah Kebahagiaan Mahasiswa!

Dalam setiap tugas dan pekerjaan tentunya setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Hal ini tentunya menjadi kesulitan mahasiswa jika sang dosen menuntut untuk kesempurnaan dalam menyelesaikan tugasnya. Terkadang membuat mental mahasiswa menurun dan tidak tertarik dengan mata kuliah.

Berbeda ketika dosen bisa menerima apa yang sudah mahasiswanya kerjakan dan menerimanya. Ini akan membuat mahasiswa lebih aktif lagi untuk mengikuti mata kuliah.
Mahasiswa memang perlu dibimbing dengan cara-cara yang lebih akrab. Dan saat ini memang sudah bukan jamannya adanya kesenjangan yang berlebihan antara dosen dan mahasiswa. Jadi kamu lebih suka dengan tipikal dosen yang mana?


 3. Dosen Humoris, Lucu, dan Materi Kuliah Lebih Mudah Paham!

Beruntungnya mahasiswa Anda, jika Anda humoris. Dosen yang memiliki selera humor tinggi mampu membuat situasi pecah saat mahasiswa sedang serius-seriusnya. Namun hal tersebut bukan dalam artian materi yang disampaikan tidaklah sampai. Dosen yang suka bercanda tentu tahu batasan kapan serius dan kapan bercanda.

Bahkan terkadang memberikan kesempatn untuk main tebak-tebakan dengan mahasiswa. Ini menjadikan suasana kelas kerap berbeda dengan kelas lainnya. Karena keriuhan yang terjadi. Namun mahasiswa lebih nyaman dengan kondisini ini.

Dengan memiliki selera humor bagus hal ini menjadikan mahasiswa tidak canggung apabila ada materi yang tidak dimengerti dan hendak ditanyakan. Biasanya dosen yang seperti ini yang mudah dirindukan mahasiswa apabila dia tidak hadir atau mata kuliahnya kosong.



4. Dosen Favorit Itu Apabila Menjadikan Tugas Lebih Mudah.

Tugas merupakan hal wajib bagi mahasiswa. Karenanya ia memiliki presentasi tersendiri untuk menambah nilai dalam sebuah mata kuliah. Tak jarang banyak mahasiswa yang kesulitan untuk menyelesaikan satu tugas dari dosen. Bahkan tugas yang memiliki deadline sebentar seperti menjadi penderitaan bagi mahasiswa.

Maka dari itu hadirnya dosen yang tidak memberikan tugas yang begitu sulit adalah hal yang membahagiakan bagi mahasiswa. Mahasiswa mana yang tidak suka dengan tugas mudah bukan? Tentunya dosen seperti ini menjadi idaman bagi mahasiswa. Namun bukan artian tugas mudah tapi materi tidak diujikan, lho!

Buku juga Kualitas Dikti bisa Meningkat jika Ada Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa 


5. Dosen Ramah dan Mudah Bergaul, Siapa yang nggak Suka?

Hubungan mahasiswa dan dosen wajar jika memiliki kesenjangan yang tinggi. Hal ini bisa dikarenakan faktor dari dosen tersebut yang membuat batasan antara dirinya dan mahasiswa. Atau mahasiswa yang menganggap dosen adalah orang tua kedua yang harus dihormati dan diberikan kesenjangan untuk bergaul.

Padahal hal tersebut adalah kesalahan besar. Kesenjangan antara dosen dan mahasiswa akan membuat jarak yang menjadikan semakin jauhnya ilmu akan sampai. Maka dari itu dosen yang ramah dan mudah bergaul dianggap mampu untuk mencairkan suasana dan memecah kesenjangan antara mahasiswa dan dosen itu sendiri.

Dengan dosen yang ramah tentunya akan membuat mata kuliah yang kamu ambil menjadi tidak canggung. Kamu dan dosenmu tentu bisa konsultasi diluar kelas tanpa perlu menunggu jam kuliah beliau. Atau ada juga dosen yang suka mengajak makan siang mahasiswanya ramai-ramai. Apa dosenmu seperti itu?


6. Penampilan Dosen yang Menarik Membuat Mata Mahasiswa Betah Mengikuti Mata Kuliah!

Penampilan merupakan hal pertama yang akan dilihat dan dinilai orang lain. Apabila ada dosen yang penampilannya menarik, selalu mengikuti fashion dan wangi pasti akan menjadi idola kamu. Dosen yang seperti ini umumnya membuat mahasiswa lebih senang untuk mengikuti mata kuliahnya.
Siapa tahu selera fashion-nya bisa kamu ikuti. Tidak hanya menjadikan dosen sebagai panutan teladan bukan? Tapi juga sebagai role mode pribadi. Hal tersebut sah-sah saja selama kamu bisa mengaplikasikannya sesusai dengan gaya dan usia kamu.
Kadang penampilan tidak hanya ditunjukkan dengan pakaian yang rapi dan menarik saja, tapi ada juga dosen yangsuka dengan penampilan unik. Biasanya dosen seperti ini dapat ditemui pada dosen fakultas kesenian. Misalnya dosen tersebut menggunakan pakaian-pakaian tematik sesuai moodnya, dosen unik ini yang kadang membuat mahasiswa lebih menunggu akan kehadirannya.



7. Dosen yang Murah Nilai Adalah Malaikat!

Tidak bisa dipungkiri nilai adalah salah satu hal terpenting yang dikejar mahasiswa dalam sebuah perkuliahan. Ada yang bilang nasib mahasiswa untuk lulus ada pada nilai tersebut. Terlebih jika hendak melamar pekerjaan akan ditentukan standard minimal nilai indeks prestasi yang harus dipenuhi.
Kamu tentu suka jika dosen mata kuliah kamu murah dalam memberi nilai. Hal ini adalah keberuntungan bagi kamu terlebih nilai adalah hal utama yang mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa. Dosen yang seperti ini menjadi favorit bagi semua kalangan mahasiswa.

Jika kamu menemui satu dosen yang tidak murah nilai ini akan menjadi kendala kamu dalam semester tersebut. Bisa jadi kamu akan mengulang mata kuliah itu saja disemester berikutnya. Jadi dosen yang baik dan murah akan nilai bagaikan malaikat baik hati, bukan?

Wirausaha dari Kampus: Menumbuhkan Semangat Berwirausaha melalui IBT

Wirausaha dari Kampus: Menumbuhkan Semangat Berwirausaha melalui IBT



Berdasarkan data dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM), pelaku wirausaha di Indonesia tahun 2014 baru sekitar 4,125 juta orang dari populasi Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa. Dengan kata lain, persentasenya baru sekitar 1,65%. Sementara itu, Thailand yang sudah mencapai 3% wirausahawan, Malaysia 5%, dan Singapura 7%.

Agus Cholik, Wakil Rektor III Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI mengatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta, jumlah pengusaha di Indonesia masih di bawah 2%. Dia menambahkan, kita masih butuh 1,7 juta sampai 1,8 juta lagi, bahkan lebih banyak lagi kalau ingin sama dengan negara ASEAN. 

Agus menambahkan, “Perguruan tinggi berperan melatih dan memotivasi generasi muda untuk memiliki semangat serta daya juang tinggi karena kewirausahaan menjadi isu penting dan strategis di tengah meningkatnya persaingan global.”




Indonesia masih butuh jutaan wirausahawan. Seperti yang diberitakan Kabar24.bisnis.com, saat ini jumlah pengusaha jauh lebih sedikit dibandingkan dengan negara sesama anggota ASEAN yang rata-rata jumlah pengusahanya mencapai 4% dari populasi.

"Saya mendorong semua perguruan tinggi, baik negeri dan swasta untuk menciptakan wirausaha muda dengan mengembangkan inkubasi bisnis teknologi (IBT)," kata Muhamad Nasir di STMIK Primakara, Denpasar tanggal 11 kemarin.

Kebutuhan jutaan wirausahawan ini sebetulnya bisa dimulai dari perguruan tinggi. Menristek dikti, Mohamad Nasir mendorong semua perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan wirausaha muda dengan mengembangkan Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT).

Adanya program IBT dipercaya dapat menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha muda. Bagi perguruan tinggi yang telah memiliki IBT, ada kompetisi setiap tahunnya. Pemenangnya akan diberikan dana untuk pengembangan selanjutnya agar menjadi industry. Bagi wirausaha pemula juga akan dikirim ke Inggris untuk mematangkannya agar menjadi industri. Melalui IBT ini, pemerintah mengharapkan kepada perguruan tinggi agar mampu menamatkan mahasiswa yang memiliki keahlian siap pakai sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) merupakan program yang dikelola oleh Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi pada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Program ini ditujukan untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan yang berbasis teknologi. Program IBT ini diwujudkan dalam bentuk instrumen kegiatan berupa pendanaan, pelatihan, dan asistensi bagi incubator dan tenant (perusahaan pemupa) yang dilaksanakan mealui sistem kompetisi/seleksi. Selama program ini dilaksanakan telah dihasilkan sejumlah inkubator, dan tenant yang memenuhi persyaratan untuk menerima pendanaan, pelatihan, dan asistensi dari program IBT.

Referensi:
1.http://kabar24.bisnis.com/read/20161027/15/596443/indonesia-butuh-jutaan-wirausahawan-muda
3.http://news.okezone.com/read/2016/11/13/65/1540199/menristekdikti-dorong-perguruan-tinggi-ciptakan-wirausaha-muda
4.http://www.antaranews.com/berita/595704/menristekdikti-dorong-perguruan-tinggi-kembangkan-ibt